Do I Need A Title For This?

just read!

  • RSS Piled Higher and Deeper

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Blog Stats

    • 4,813 hits
  • About a Man

    Spesial, spesial karena sudah memasuki tingkat empat, spesial karena terus berdoa agar Juli 2009 bisa lolos dari kawah, ato kalo engga yang Oktober dah.. spesial karena punya pengalaman pahit yang cuma bisa ditertawakan, spesial karena suka banget ngeledekin berita-berita di TV Indonesia, spesial karena gak satu selera dengan selera musik dan film bangsanya--yang notabene dikendalikan oleh keturunan India, spesial karena gue pengen jadi orang yang spesial.. bukan orang yang biasa-biasa aja

Pocoyo (1)

Posted by mjah pada Januari 17, 2009

Ini sebenernya tontonan athar ponakan saya.. Judulnya pocoyo, gambarnya lucu banget. Pocoyo ini punya temen gajah berwarna pink bernama Ellie, Bebek berwarna kuning bernama Paku (bebek ini lucu banget, paruhnya bisa muter-muter, hahahaha), dan seekor bayi burung bernama Baby Bird (what do you expect for a baby bird? Mighty Joe??)

Selain karakternya yang lucu-lucu, ceritanya yang ringan-ringan juga sangat menarik bagi saya. Menariknya apa? Karena cerita ringan, dan meaning abis!!!

Cerita pertama tentang Pocoyo yang baru aja punya balon berwarna pink. Pocoyo begitu senangnya, sehingga suatu waktu balon ini lepas dari genggaman Pocoyo, terbang tinggi meninggalkan bocah ini. Terus dia bengong. (HAHAHAHAHA, sumpah bengongya itu kocak abiss..)

Jadi aja temen2 Pocoyo mencoba hal2 yang bisa menghibur hati Pocoyo yang baru aja kehilangan balon pink-nya. Tapi si Pocoyo selalu aja menampik hiburan temen2nya. Dan dengan sangat simpelnya, Pocoyo kemudian berpikir bahwa pada dasarnya untuk bahagia, dia gak perlu mendapatkan kembali balon pinknya yang udah terbang jauh, dia tinggal berpikir kalau dia bahagia, udah gitu langsung deh Pocoyo main lagi sama temen2nya…

Udah.. gitu aja…

Ga seru yah?? Bodo ah, menurut saya brilliant, hahahaha…

Posted in Blogroll | 2 Comments »

Gaza, yang (mungkin) tak akan berujung

Posted by mjah pada Januari 15, 2009

Setelah sekian lama absen dari menulis blog..

Gaza, saat ini sudah melebihi angka 1000. 1000 rupiah uang untuk membayar tol cibubur – cimanggis kah? 1000 jumlah bibit gurami yang bisa dijual dan menjanjikan keuntungan ekonomis kah? Atau 1000 lebih nama kawanmu yang ada di friendster atau facebook?

Bukan, tapi 1000 jiwa manusia yang melayang sia-sia. 1000 korban tewas yang setengahnya adalah wanita dan anak-anak. Masuk akal? Seharusnya TIDAK.

Pernah sekali waktu membaca blog teman lama, yang isinya mencoba menormalkan suasana yang sudah sekian lama mendiskreditkan Yahudi di dunia ini (Yahudi, atau Zion?). Gagasannya adalah bahwasanya perang ini merupakan buah dari ke-emohan berkomunikasi, antara si bos pengirim roket dengan si bos penakluk tanah yang dijanjikan.

Si penakluk gusar karena tanah taklukannya disambangi roket terus-menerus, sang pengirim roket gusar karena energi dan makanan dicekal untuk memasuki ‘sisa’ negerinya. Pertanyaannya, benarkan kedua pernyataan tersebut. Maksud saya, memang selama ini kita mendapatkan berita dari mana? CNN? BBC? CNBC? Tahulah kita siapa yang menguasai nama-nama itu? Al-Jazeera? Anda yakin??

Oke oke, jangan langsung memarahi saya jika kemudian saya terdengar seperti meragukan gambar-gambar, video-video, dan tangisan-tangisan penjagalan saudara-saudara kita. Itu memang terlalu bodoh jika dianggap sebagai rekayasa media, tidak mungkin. Tapi yang saya tanyakan adalah, benarkah roket selalu dikirimkan ke si penjajah Israel? Dan untuk menjaga keseimbangan, benarkah listrik dan makanan dicekal untuk rakyat Palestina? Benarkah alasan-alasan tersebut benar adanya untuk menjustifikasi aliran darah di sana?

Saya tidak akan mempermasalahkan perilaku orang Israel terlebih dahulu, karena di kitab kita pun (Muslim), saya yakin kita semua telah memahaminya. Namun roket? Dikirimkan ke pemukiman Yahudi? Benarkah berita tersebut?

Saya ragu apabila seorang Muslim harus mengirimkan roket kepada pemukim sipil tidak bersenjata?

Saya bukanlah seorang ahli agama yang hebat, tapi saya tahu bahwa Rasulullah mengajarkan etika dalam berperang. Bukankah kita dilarang, bahkan untuk menggangu sebatang pohon pun? Untuk membunuh seekor binatang pun? Atau memang kita menganggap seluruh penduduk Yahudi Israel adalah militer yang harus dihadiahi roket? Tolong yang lebih berilmu, beri saya petunjuk dan luruskan jika saya salah.

Karena saya pikir, jika seperti itu terus, ya perang ini (mungkin) tidak akan pernah berakhir, kematian sia-sia (kecuali bagi para syahid, semoga rahmat Allah atas mereka) warga sipil yang menodai sejarah manusia. Perang ini akan terus berlanjut hingga suatu saat nanti pohon pun memberitahu siapa yang bersembunyi di balik batang-batang mereka. Atau memang ini perang akhir zaman?

Terakhir, tidak lupa untuk berdoa. Kawan saya mengingatkan saya untuk setidaknya mendoakan mereka semua. Allahumagfirli al-mu’miniina wal-mu’minaati, al-muslimiina wal-muslimaati, al-ahyaa iminhum, wal-amwaat, amiiiin…

Kedamaian dan keselamatan semoga atas kita semua.

Posted in Blogroll | Leave a Comment »

Masalah Pertama, Lalu Muncul Masalah Kedua..

Posted by mjah pada Oktober 15, 2008

Bagi saya hanya ada dua jenis manusia di dunia. Ada yang bilang satu tiba dari sferikal merah Mars, sedangkan yang lainnya datang dari pengelana orbit Venus. Ada juga yang menggeneralisasi bahwa jenis pertama lebih mendahulukan organ di kepalanya daripada energi gaib dari balik rusuknya, di saat jenis yang kedua lebih mendengarkan getaran rusuk tersebut daripada hasil keruwetan mekanisme pengolahan data di balik batok tengkorak.

Saya mau menambahkan opini lain. Bahwasanya jenis yang bukan jenis saya adalah jenis yang amat sangat sulit ditebak apa mau mereka.

Nah, kalau begitu jangan pernah melakukan sesuatu atas dasar teori tebakan anda terhadap apa mau mereka. Kalau begitu tanyakan pada mereka, atau dia, apa maunya.

Kemudian muncul masalah kedua, di mana terkadang mereka sulit untuk berbicara apa adanya tentang sesuatu…

Posted in daydreaming | Leave a Comment »

Now We Are Going to Talk About The Biggest Organ–or not as an organ–Beyond Our Lung and Our Stomach

Posted by mjah pada September 24, 2008

Kalau sebelumnya saya berbicara tentang mi goreng yang belagu di rongga belakang mata, sekarang saya mau bicara tentang kelenjar yang diklaim sebagai gumpalan terbesar di dalam tubuh manusia, di balik paru-paru, jantung, dan lambung kita….

Hati…

image

Hepar, atau Liver, manusia hanya bisa bertahan hidup 24 jam tanpa keberadaannya. Tugas utamanya adalah manajer metabolisme dari seluruh sistem tubuh. Divisi-divisi bawahannya bertanggungjawab atas penyediaan glikogen, dekomposisi sel darah merah, sintesis plasma protein, dan detoksifikasi. Sub-divisi lainnya juga berperan dalam menyediakan pengemulsi yang dikirim ke lambung untuk mencerna.

Organ ini mencetak rekor sebagai departemen terbesar dalam tubuh manusia, dengan catatan berat pada kisaran 1.4 hingga 1.6 kilogram. Jika anda tidak merawat dan memperhatikan departemen ini dengan baik, banyak sekali krisis yang mungkin terjadi dalam tubuh anda. Di antara nama-nama yang pelik adalah hepatitis, cirrhosis, haemochromatosis, dan sindroma Gilbert.

Hati…

imagePada dasarnya, heart akan berhubungan dengan jantung pada organ tubuh manusia, dimana kalau orang Indonesia ini artikan heart sebagai hati. Gambar di samping ini adalah simbologi hati pertama yang tercetus oleh perayaan hari St. Valentine, diprediksi keluar pada tahun 1910. Hati sebagai simbol emosional.

Pada mitologi Mesir kuno, hati adalah bagian dari jiwa. Bagian ini ditimbang berlawanan dengan bulu dari Ma’at, yang bermakna kebenaran. Mitologi ini tidak menjelaskan mana yang harusnya lebih berat, agar seseorang bisa menuju surga.

Pada versi filosofi klasik, Aristoteles meneybutkan hati sebagai dudukan dari pemikiran, alasan, dan emosi, dan kerap berlawanan dengan produksi pikiran otak–mi goreng. Stoic menjelaskan bahwa hati adalah singgasana dari jiwa manusia. Ahli fisika Romawi, Galen, menyebutkan bahwa hati adalah sumber dari jiwa dan perasaan, di mana otak adalah sumber dari rasio.

 

Pagi ini saya yakin apa yang saya rasakan bersumber dari hati. Bukan hati medikal yang membuat saya sakit ataupun bagaimana, namun hati sebagai dudukan jiwa. Saya yakin ini keluar dari hati, karena apa yang saya rasakan adalah kegalauan, kebingungan, dan kelelahan akan kekosongan dan kebimbangan.

Hal-hal itu tentunya tidak akan keluar dari mi goreng. Karena mi goreng selalu berusaha untuk menemukan pencerahan dari kebingungan–entahlah apa itu pencerahan nisbi atau mungkin pencerahan absolut. Karena hati sering berusaha untuk menimbulkan instabilitas.

Namun hati juga sering memberikan kesejukan, hanya dari sudutnya yang paling dalam. Sudut yang paling dalam. Yang paling dalam.

Posted in daydreaming | Leave a Comment »

Brain Superiority

Posted by mjah pada September 21, 2008

Manusia terlahir dengan mi goreng di kepalanya, namun mi goreng ini bukan sembarang mi goreng, mi goreng ini berpengaruh banyak, setidaknya hingga sekarang berpengaruh pada mekanisme sperikal atmosferik yang berputar menawafi reaktor nuklir yang berwarna merah nyala itu.

Dengan mi goreng itu, manusia dengan sombongnya menerima tanggung jawab yang bahkan gunung sebagai paku pun tidak berani mengambilnya, dan pada nyatanya, hingga kini manusia tidak bisa bertanggung jawab.

1. Dulu sekali –> Charles Darwin, teori evolusi, tidak ada variasi penciptaan, tidak ada Tuhan!!

2. Gak dulu-dulu banget –> Microbiology Development, life genesis, stem cell, cloning

3. Baru beberapa hari yang lalu –> Particle physics, Large Hadron Collider CERN, Big Bang simulation, God Particle

What’s next? Race genesis? Apakah otak kita telah keterlaluan?

Posted in daydreaming | 4 Comments »

Merdeka!!

Posted by mjah pada Agustus 17, 2008

Sebelum 63 tahun yang lalu, kata merdeka adalah kata yang sakral di nusantara ini. Kala itu anda harus berbisik untuk menyebarkan semangat kebebasan dari kata merdeka, atau meneriakkannya dengan merelakan dada anda di depan moncong sangkur penjajah. Namun saat ini, ringan jika kita ingin meneriakkan kata tersebut, atau bahkan kita sudah dapat mempermainkan kata tersebut, tanpa sedikitpun menyadari betapa sungai telah dialiri darah dan air mata milik leluhur kita dahulu, untuk sebuah kata tersebut.

Saudaraku! Sadarilah bahwa kemerdekaan kita bukanlah sesuatu yang didapat dengan cuma-cuma. Izin Tuhan Yang Maha Esa-lah yang pada akhirnya dapat memberikan kita nikmat kemerdekaan. Perjuangan dan niat ikhlas leluhur kita dahululah yang bisa membebaskan ibu pertiwi hingga seperti saat ini. Sadarkah kita bahwa bumi ini diperjuangkan untuk kita juga? Lalu apakah yang telah kita berikan untuk menjaga warisan yang dahulu dibayar dengan darah dan keringat ini? Atau setidaknya apakah yang telah kita rencanakan akan kita lakukan untuk melanjutkan warisan ini, mengisi kemerdekaan bangsa ini?

Saudaraku! Sadarilah bahwa bangsa kita pada hakikatnya telah terjajah lagi. Bukan bentuk penjajahan kolonial seperti seabad atau dua abad yang lalu. Namun sebuah penjajahan yang membuat nusantara kita tidak bisa berkembang ke arah kebaikkan yang kita inginkan bersama. Sebuah penjajahan yang akan lebih berbahaya apabila kita tidak segera menyadarinya. Penjajahan ini adalah penjajahan yang membuat bangsa ini menuruti setiap kemauan pihak yang memberikan “bantuan lunak”. Penjajahan ini adalah penjajahan sikap yang mendewakan produksi dan teknologi luar negeri ketimbang karya anak bangsa sendiri. Penjajahan ini adalah penjajahan koruptor atas anggaran bangsa, yang membuat bangsa kita terjajah dengan masih banyaknya penduduk yang berada di bawah kemiskinan. Penjajahan ini adalah penjajahan sikap yang membuat anggaran hanyalah kumpulan angka dan huruf belaka, di mana pada hakikatnya pendidikan belum tertanggung sebesar 20%. Sayangnya pelaku penjajahan ini ternyata berasal dari negeri ini sendiri. Mereka orang-orang yang bisa tertawa di atas penderitaan orang lain. Orang-orang yang mampus karena kekenyangan ketika anak-anak bayi mampus karena kelaparan.

Saudaraku! Sadarilah bahwa kita akan menggiring bangsa ini pada saatnya nanti. Sadarilah bahwa kita adalah segerombolan orang yang akan menggantikan segerombolan yang sudah usang. Gerombolan usang yang sayangnya memiliki banyak kebusukan di dalamnya, tanpa lupa untuk menghargai ksatria-ksatria yang terus berusaha meneriakkan kebenaran di antara mereka. Seperti apakah kita nanti? Akankah kita menjadi setan yang meneruskan program pemuasan diri sebelumnya? Tikus-tikus yang senang memakan sampah yang haram? Atau kita ingin menjadi manusia-manusia penuh perjuangan, penuh impian dan harapan, penuh cahaya kebaikan, yang mau berkorban untuk bangsa ini, untuk anak cucu kita yang akan menggantikan pijakan kaki kita nantinya?

Saudaraku! Jadilah orang besar yang akan memimpin bangsa ini nantinya, apapun okupasi kita apapun jabatan kita. Buatlah cita-cita besar sebagai orang besar. Letakkan impian kita setinggi langit, karena kesuksesan menyilaukan dari ujung cakrawala sebenarnya lahir dari impian yang kita gantungkan di ujung langit, bukan dari angan-angan yang hanya setinggi pohon. Jadikanlah agen perubahan sebenarnya sebagai bintang di langit kita, agar kita terus berusaha untuk meraihnya. Teruslah berkarya, dan teruslah berkorban, untuk bumi pertiwi kita Indonesia.

Posted in Blogroll | 2 Comments »

The Second Adolescence

Posted by mjah pada Agustus 9, 2008

Ada satu fakta menarik yang gue pelajari di pelosok bumi Nusantara ini…

The Second Adolescence

Bagi anda yang wanita, sayangnya hal ini bukanlah isapan jempol belaka. Menurut hasil studi observasi seorang supervisor bernama Pak F*** secara in situ, dan bukti empiris yang benar-benar beliau temukan di lapangan–atau bahkan beliau alami sendiri–memang benar kaum pria memiliki suatu fase yang bisa diberi nama pubertas kedua, second adolescence

Gue sendiri pun mengakui bisa merasakan gejala-gejala fenomena tersebut dalam kehidupan sehari-hari di sini. Inti utama dari setiap lelucon dan banyak perdebatan yang terjadi adalah tentang mencari istri baru… Whew, what a fact! Dan dalam beberapa kesempatan, kondisi ini–mencari istri baru–sering disamarkan dengan nama “anomali konstruktif” (red: istilah anomali di lokasi ini digunakan untuk menyebut suatu situasi yang tidak aman, e.g. ada pipa bocor, ada kabel putus, ada orang ngerokok di depan vessel gas, ada orang manjat2 obor exhaust di platform yang lagi shutdown, dsb)

Hmm, mungkin bagi gue sebagai anggota kaum pria, menjadi tersadarkan untuk tidak dengan mudahnya mengatakan: aku akan selalu setia padamu; baik itu kepada pacar, tunangan, pasangan kumpul kebo, atau bahkan kambing lewat sekalipun. Karena pada dasarnya fenomena yang terjadi di atas adalah hukum alam yang tidak bisa ditolak kecuali dengan cara operasi medis!

Apalagi manusia, apalagi laki-laki, dihargai salah satunya dengan kebenaran kata-katanya, setudju??

Jadi bagi yang terlanjur telah mengatakannya, anda harus benar-benar menepatinya. Ingatlah selalu bahwa anda telah mengatakan kalimat tersebut sehingga suatu hari nanti anda akan berpikir keras dan menimbang-nimbang ratusan kali untuk berkata: “Mah, bolehkah aku cari istri lagi…?

Dan mungkin untuk kaum wanita, yang telah memiliki pasangan hidup, entah apapun itu–pacar, tunangan, kebo, atau bahkan kambing lewat sekalipun, jagalah pasangan anda dengan sebaik-baiknya. Karena sayangnya pasangan anda secara alami memiliki kodrat untuk itu.

Well then, semoga tidak ada yang tersinggung dengan postingan ini, hanya sekedar berbagi pengalaman yang dapatnya dari tempat yang jauh….

Posted in life-learning | 4 Comments »

Merencanakan Masa Depan

Posted by mjah pada Agustus 9, 2008

Sebuah hasil perbincangan dengan seorang supervisor yang sama, Pak F***. Beliau kali ini bercerita tentang merencanakan masa depan.

Rencanakanlah masa depan dengan sebaik-baiknya, saya yakin anda sudah sering mendengar kalimat seperti itu. Dan banyak dari kita tentunya yang sudah merencanakan masa depan dengan sedemikian rupa. Pada umur X anda lulus, kemudian pada umur Y anda sudah memiliki rumah sendiri, dan pada umur Z anda sudah menikah, lalu pada umur XY anda sudah memiliki momongan. Bagus sekali jika anda sudah merencanakan hal seperti itu dari sekarang-sekarang ini. Namun saran saya, pertimbangkanlah kembali rencana anda.

Mengapa begitu? Karena faktanya banyak dari kita, terutama pada umur-umur seperti ini (remaja nanggung, mau dibilang remaja mah udah jenggotan en kumisan, tapi kalo dibilang benar-benar dewasa ya belum juga sih), sering terlalu berapi-api dan terlalu idealis dalam merencanakan masa depan. Wajar karena pada umur-umur ini kita lagi semangat-semangatnya buat menjalani masa depan sehingga kita berapi-api, wajar juga karena kita masihlah sangat miskin pengalaman dan masih jarang menemukan kepahitan yang terjadi diluar perkiraan dan rencana sehingga kita menjadi terlalu idealis.

Saran saya, dalam merencanakan kembali masa depan, mintalah cerita dari berbagai orang yang sudah “mengalami” masa depan tersebut. Saya pun telah merencanakan masa depan, tapi setelah mendengar cerita Pak F*** tadi, saya sadar kalau rencana saya ternyata sangat rentan untuk membuat anak saya kesulitan mendapatkan susu nantinya. Dan bukan tidak mungkin juga kerentanan lain ada pada rencana milik anda.

Sehingga hidup anda akan menjadi lebih baik nantinya, dan anda pun tidak akan terkejut ketika hal yang tadinya anda rencanakan untuk menjadi manis, justru menjadi pahit seperti pahitnya biji petai busuk.

Lagi-lagi hanya berbagi cerita, faktanya saya pun toh belum “mengalami” masa depan saya..

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Throughout the Future

Posted by mjah pada Agustus 7, 2008

In Kompas, August 2nd, 2008, page 33

“Gaya pemimpin yang berorientasi paternalistik dan berangan-angan menjadi panutan bagi anak buah rasanya sudah kurang cocok dalam situasi sekarang di mana stakeholders, anak buah, pelanggan sudah ‘sama pandainya’ dengan para pemimpin. Satu-satunya jalan yang dimiliki pemimpin untuk menggerakkan dan mencatat sukses adalah dengan mengajak, mencontohkan kegiatan belajarnya, dan mengakui ketidakbisaannya dengan jujur dan transparan.

Learning buat para pemimpin perlu menjadi nafas dinamikanya, di mana perlu didorong ‘blur the line’ antara learning dan kerja.”

Welcome to the 21st century, matey!!

Posted in newsreading | Leave a Comment »

What a Wonderful World (2)

Posted by mjah pada Agustus 3, 2008

While walking from the office to my room…

I saw a flock of white seagull, flying around and do maneuver beautifully above the blue water. And I wonder who have told them to do that..

I saw some children, they playing around, filled with fun and cheers. Then I realized that someday, they will be like me, or maybe they will be like you, or maybe they will be like someone else. I knew that I am like them too once upon a time, clean from dirtiness and greediness. I wonder how me, you, everyone can change extremely random..

I saw an extra-wide scenery of a river delta. Completed with the trees, the river, the beach, the animals, and the people there. I then recognize that these sceneries is a lecturer for many great painters I knew. I wonder who have the ultraordinary skill to paint this scenery for the first time..

I saw the oil well platforms. They were so complicated and filled with a vast number of systems integrated there. I then realized that engineers once used their brains to design these platforms. I wonder who has give the wonderful brain..

I saw a cat, laying down to feed her three kitties with her milk. I saw her feeding them calmly, obviously full of love. I wonder who have taught us love before..

Praise to God The Most Beautiful

Handil, August 3rd, 2008

Posted in daydreaming | Leave a Comment »