Do I Need A Title For This?

just read!

  • RSS Piled Higher and Deeper

    • 12/21/09 PHD comic: 'Chipping in' Desember 23, 2009
      Piled Higher & Deeper by Jorge Cham www.phdcomics.com title: "Chipping in" - originally published 12/21/2009 For the latest news in PHD Comics, CLICK HERE!
    • 12/18/09 PHD comic: 'Should haves' Desember 20, 2009
      Piled Higher & Deeper by Jorge Cham www.phdcomics.com title: "Should haves" - originally published 12/18/2009 For the latest news in PHD Comics, CLICK HERE!
  • Blog Stats

    • 2,351 hits
  • About a Man

    Spesial, spesial karena sudah memasuki tingkat empat, spesial karena terus berdoa agar Juli 2009 bisa lolos dari kawah, ato kalo engga yang Oktober dah.. spesial karena punya pengalaman pahit yang cuma bisa ditertawakan, spesial karena suka banget ngeledekin berita-berita di TV Indonesia, spesial karena gak satu selera dengan selera musik dan film bangsanya--yang notabene dikendalikan oleh keturunan India, spesial karena gue pengen jadi orang yang spesial.. bukan orang yang biasa-biasa aja

Anak atau Istri?

Ditulis oleh mjah di/pada Juli 25, 2008

Ada suatu fakta yang menarik yang gue dapatkan dari sebuah eksperimen sederhana…

Alat dan bahan: Handphone yang bisa sms, dua orang temen yang berbeda jenis kelamin.

Metodologi, hanya satu langkah: Kirimkan sebuah short-message kepada kedua teman anda yang berbeda jenis kelamin tersebut, yang isinya kurang lebih begini: Gila ya, baru magang aja gw kalo pulang dah bengong2, gmana ntar kalo dah ada tanggungan anak istri segala…??? Kemudian tunggulah hingga kedua teman anda membalas message anda.

 

Dari percobaan yang gue lakukan, jawaban yang gue dapet dari kedua temen gue adalah sebagai berikut:

1. Female’s answer: Ya ga bengong lha, kalo ada anak di rumah kan seneng ngeliatnya, apalagi nungguin lo pulang

2. Male’s answer: Bengong knape?? Haha.. Kalo udah ada istri kan ga akan bengong lagi..Hehe..Kan udah ada yang menanti di rumah…

Anda bisa menyimpulkan sendiri, tapi jelas kan terlihat perbedaan antara kedua test subject………

Sayangnya eksperimen ini masih sangat banyak faktor errornya, eksperimen lebih mendalam dengan mempertimbangkan variabel2 lain seperti, pergaulan teman anda, status teman anda, hobi teman anda, atau kemana tempat nongkrong teman ada bisa dipertimbangkan…

Ditulis dalam iseng aja | Leave a Comment »

Poros Eurasia!

Ditulis oleh mjah di/pada Juli 25, 2008

Ada sesuatu yang menarik mengenai dua negara yang ada di bumi ini: Jepang dan Jerman. Kalau kita menoleh sejarah masa lalu, kedua bangsa ini sama-sama menjunjung tinggi semangat yang menunjukkan bahwa golongan merekalah yang terhebat. Jerman dengan mottonya: “Deutschland uber alles in der welt”, dan Jepang dengan semangat “Saudara Tua” Asianya.

Dan sejarah juga membuktikan kedua negara ini tercatat sebagai dominator yang terpandang. Jerman menguasai daratan Normandy hingga padang salju Siberia, dan Jepang berkibar dari bandar Makassar hingga tebing-tebing tinggi Himalaya. Hingga sekumpulan liberal demokrat dengan sekutu-sekutunya mengakhiri kampanye agung mereka.

Sekarang ada beberapa orang, dimana saya berada di antara mereka, yang punya impian untuk menghampiri kedua bangsa besar itu. Orang-orang yang mempunyai impian untuk kembali berangkat memulai kampanye internasional dari kedua kutub penakluk. Dalam kitab sejarah, kedua bala tentara tidak sempat untuk bertemu. Namun kami ingin bangun dan bertemu di suatu padang nanti, menunjukkan kalau kami pun adalah dominator, menunjukkan kamilah penguasa yang menyatukan benua kuno Eurasia, penguasa tanpa darah dan air mata.

Penguasa yang tidak membawa keputusasaan, tapi membawa sinar mentari yang menjadi energi untuk meruntuhkan akar liberal demokrat yang sudah terlalu angkuh.

Ya Allah, ridhoilah perjalanan kami nantinya, amin…

Ditulis dalam Blogroll, dream | Leave a Comment »

Indonesia International Motor Show 2008 (Gaikindo 2008)

Ditulis oleh mjah di/pada Juli 14, 2008

Well, here is some reviews and pics from IIMS 2008, Jakarta Conventional Center (JCC):

Indonesian Automotive Industries

Surely, there are several automotive industries in Indonesia, take place in this expo; Toyota, Daihatsu, Nissan, Mercedes-Benz, Mazda, etc…

Show-off Your Concept!!

They are cool, they are beyond our dream, they are for real!!:

DSCN2033 DSCN2041 DSCN2038 DSCN2040 DSCN2036

CHERRY!!!!

And here is the copycat of the year!!:

DSCN2043

Dreams…

Some people want Maranello, some other want Diablo, and a lot of other want Minis,,, i just want these… heheheheh…

DSCN2035 DSCN2037 DSCN2039 DSCN2042

Man of the Match

And apparently, Honda succeeded to be the star of the show…

DSCN2021 DSCN2027

*all pics by myself.. =)

Ditulis dalam Uncategorized | 2 Komentar »

Praise for Common Wealth

Ditulis oleh mjah di/pada Juli 13, 2008

Mungkin ada yang pernah tau tentang Jeffrey D. Sachs. Kalo anda pemerhati ekonomi mungkin anda tahu tulisannya: “The End of Poverty.”

Orang ini sepertinya sangat concern dengan kondisi ekonomi global. Dan uniknya, bukan sekedar kondisi ekonomi yang dipandang secara untung-rugi, tapi Pak Sachs ini turut memasukkan pandangan-pandangan humanisme, kalau kata beberapa orang di kampus saya, memanusiakan manusia. Mungkin salah seorang kawannya adalah Muhammad Yunus dari Bangladesh. Bisa dibilang begitukah?

Salah satu buku terbarunya adalah “Economics for A Crowded Planet: Common Wealth.” Tadinya saya pikir commonwealth ini maksudnya adalah istilah lain dari kolonialisme ala Eropa, yang juga ada hubungannya–atau malah terlahirkan dari–revolusi industri Eropa yang berujung pada keadaan manusia dunia saat ini.

Namun ternyata Pak Sachs ini mengartikan “Common Wealth” sebagai judul bukunya dalam artian sebenarnya. Kemakmuran bersama. Hmmm, berarti cocok dengan tulisannya yang terkenal sebelumnya; “The End of Poverty.”

Tapi kenapa ya? Sepertinya ide-ide yang tertuang dalam tulisannya rasa tidak sreg dengan saya. Bukan berarti saya adalah pentolan kapitalis yang sepenuhnya berorientasi pada profit. Tapi sudah lama saya tidak bisa berpikir dan mengimpikan hal utopik, yang kalau diperbandingkan dengan keadaan sekarang sepertinya tidak akan mungkin terwujud.

Apa yang membuat saya berpikir kalau ada yang utopik di sini? Salah satunya adalah sebuah paragraf pada bab pembukaan bukunya Pak Sachs; Common Wealth:

The twenty-first century will overturn many of our basic assumptions about economic life. The twentieth century saw the end of European dominance of global politics and economics. The twenty-first century will see the end of American dominance. New powers, including China, India, and Brazil, will continue to grow and will make their voices increasingly heard on the world stage. Yet the changes will be even deeper than a rebalancing of economics and politics among different parts of the world. The challenges of sustainable development–protecting the environment, stabilizing the world’s population, narrowing the gaps between rich and poor, and ending extreme poverty–will take center stage.

Mungkinkah hal itu terjadi?

Ditulis dalam ekonomi | 2 Komentar »

am i disturbing you??

Ditulis oleh mjah di/pada Juli 11, 2008

well this is quite funny for me…
jadi ceritanya pada suatu hari di awal bulan juli ini, karena ada suatu occasion yang penting, gue kudu make setelan rapi; kemeja lengan panjang dimasukin ke celana bahan, en spatu pantopel. dan karena sesuai fitrahnya, gue laper di siang hari, dan memutuskan buat makan di salah satu fastfood res di bandung.
mengantrilah gue di sana…
dan di depan gue ada sepasang muda-mudi yang masih cukup belia (kayaknya sih masi sma) yang lagi memadu cinta entah apakah itu cinta monyet atau cinta kangguru…
gue menunggu dengan santun dan kalem..
tapi kok si pemudi ngeliatin gue ya?? elo boleh nuduh gue ge-eran, tapi masalahnya gue sempet ngegep si tersangka beberapa kali sedang bermain lirikan, suer dah, aseli.
ya gue tetep kalem aja, pura-pura kayak supir yang ga banyak betingkah..
sampe akhirnya tu pasangan selese mesen, dan gue pun udah selese mesen dan mendapatkan apa yang menjadi hak gue. sayangnya, ni tempat lagi rame, mana ada hajatan bocah ulang taun pula. dan sayangnya lagi, gue dapet meja di depan meja si pasangan kencur tadi. duduklah gue di sana…
kalo tadi si pemudi yang ngeliatin gue, sekarang gantian si pemuda yang terang-terangan mandangin gue terus. ya gue mah tetep aja diem, kan ga mungkin tiba2 gue ngajak berantem tu orang. emang sih annoying banget rasanya, tapi kan gue bukan anggota motherchapter yang bisa ngajak sparing dimanapun kapanpun…
tapi kok lama-lama jadi lucu ya. hell man, ngapain juga sih gue diliatin, emangnya gue orang yang suka nyodok2 sana-sini?? hahahaha….
selanjutnya elo aja deh yang nyimpulin sendiri… kalo gue mah,, ketawa aja lah, hahahahahahaha……

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Sontoloyo

Ditulis oleh mjah di/pada Juni 30, 2008

Aseli ini tulisan gue, ga nyadur2 dari mana2. Kalo mau asik bacanya ampe abis, hahahaha. Becanda.

Mungkin gue nulis hal kayak gini, ibarat kata meneteskan air di suatu samudra yang luas aja kali ya, tapi mo gimana lagi, emang dasarnya gue suka mbacot.

Ga lain ga bukan, ini tentang negeri yang konon katanya tanah surga, tongkat dilempar di tanah, eh jadi pohon, bukan lautan tapi kolam susu. Tapi nyatanya beginilah keadaannya sekarang. Yang gue ga abis pikir, setiap hari kalo ga sengaja ketonton berita, pasti hal2 yang bikin ga tenang hati yang bakal gue denger. Kalopun ada berita bagus, samain aja berita bagus itu kayak Nabi Daud yang menghadapi Raja Jalut.

Tapi pada akhirnya emang Nabi Daud yang menang kan..?

Bolehlah jabarin dikit, dari kenaikan harga BBM, rusuh di depan MPR tempo hari, blue energy yang brilliant pisan tea, sampe gosip lagu Geby yang udah diterawang kemana-mana.

Terakhir gue denger, harga minyak dunia udah sampe 142 USD per barel, dimana waktu dulu pemerintah mutusin buat naekin harga BBM, waktu harga minyak dunia di kisaran 100 USD. Loh? Kalo alasannya anggaran tekor, berarti kalo gak dinaekin lagi, sekarang bukan tekor lagi dong anggaran Republik ini, tapi mampus! Itu pikiran seorang bego kayak gue, dan sayangnya orang kayak gue ini ga cuma segelintir di Republik ini. Mbok ya ada penjelasan resmi yang bisa dipercaya gitu lho, tentang mana yang bener dan mana yang salah, sehingga keputusan2 ajaib itu bisa keluar.

Yang gue pegang sekarang, negeri ini impor minyak ga dominan, maksudnya produksi sendiri yang dipake masih jauh jauh lebih banyak dari minyak yang diimpor. “Masalahnya” menurut hitung2an para ahli anggaran, kalo cuma ngandelin untung dari produksi dalem negeri, untungnya cuma 10 USD per barel. Lha?? Jadi kalo gitu naekin harga BBM buat dapet untung Pak? Terus emang untungnya buat apa? Buat beli playstation 3? Apa buat beli XBOX 360? Masak buat 40% anggaran pendidikan? Sulit buat percaya cuy, maaf aja…

Beberapa hari yang lalu ada rusuh di depan MPR, ada aksi bakar ayam raramean di depan kampus di Semanggi. Huebatnya, ada seorang tokoh yang terkenal lumayan klenik, yang nyatain: “MEMANG SAYA MENYURUH ORANG-ORANG SAYA BUAT MEMBUAT RUSUH, SAYA GA BAWA APA-APA YANG MAU SAYA PROTES KOK…” Masuk TV loh, orang yang ngomong begini, masuk TV, tapi yang nangkep mana ya? Takut disantet kali ye?

Terus ada suatu kelompok orang yang menggebrak konsentrasi para ahlul republikuun ini, dengan menyatakan air bisa jadi bensin.. (yaa, kurang lebihnya begitulah, salah2 dikit ya maaf, asal dibenerin). Dan katanya orang ini bikin Pak Pemimpin kita kecele, dan bahkan orang ini bikin seorang rektor (baca: kaum akademis, insan akademis, manusia terpelajar) MUNDUR!! Ceritanya gimana? Ada yang mau cerita? Silahkan, gue mah males.

Nah, terus ada lagi cerita tentang sebuah lagu yang katanya ga jelas siapa yang bikinnya. Tapi gosipnya si pembuat lagu meninggal bunuh diri abis nyanyiin tuh lagu yang berkisah tentang pacarnya yang mati abis trek2an. Ada tiga versi cerita yang lain lagi malah. HAAH!!?? KOK MALAH NGEGOSIP?? EMANG GA ADA KERJAAN LAIN?? Gini aja deh, biar cepet, gue aja yang cerita, sebenernya si penyanyi ini lagi main PS3 di rental samping POM Bensin Dipati Ukur. Nah, saking ketagihannya dia maen sampe seminggu non-stop. Nah, pada suatu hari dalam seminggu itu, pacarnya ngisi bensin motornya di POM Bensin yang di samping rental itu, nasib ga kemana, POM Bensinnya meledak, sang pacar gugur di medan bensin. Setelah seminggu, si penyanyi nyari2 pacarnya, yang sayangnya dia di kasi tau sama tukang gorengan di depan rental, kalo pacarnya mati. Saking sedihnya, dia langsung ambil gitar dan nyanyi di pinggir jalan, tapi kalo emang nasib ga kemana, tiga senar gitarnya putus abis dia nyanyi, dan berkelebat nyambet tenggorokannya, gugur juga deh. Heeelll yeah man, cut the throat beybeh!!!!

Emang ga ada kerjaan lain apa? Selain ngurusin hidup orang, nikah orang, cerai orang, putus nyambungnya orang lain? Tapi iya deh, gue akuin aja kalo itu laris di Republik ini.

Gue denger bos intelijen kita bilang, kalo ada pejabat yang sontoloyo di jajaran eksekutif Republik ini. Gue rasa yang sontoloyo bukan cuma pejabat. Semuanya sontoloyo.

Suatu komunitas motivasi memegang teguh sebuah cita-cita yang sangat indah terdengar di telinga gue: Indonesia Emas 2020. Tapi kok rada susah ya buat gue ngebayangin hal itu terwujud. Ya liat faktanya aja, beyond believe man! Malahan gue rasa ini Republik udah penat, jenuh. Ibarat kata kalo di termodinamika, energi aktivasinya sebentar lagi, tinggal disentil dikit aja. BUUMMM!!!! Hail to Oppenheimer!!!

Tanpa mengurangi rasa syukur gue bahwa gue sudah dilahirkan ke dunia ini, ke Republik ini, gue minta maaf kalo gue cuma becongor2 hal2 jelek ke sana sini. Karena mau ga mau emang begini keadaannya. Pertanyaannya, pedulikah kita? Sayangnya banyak yang ga peduli coy! Terbukti kok..

Tanpa mengurangi makna dari suatu rangkaian kata2 yang sering gue pegang: “Ketimbang memaki-maki kegelapan, bukankah lebih baik kalau kita menghargai lilin-lilin kecil yang sudah kita nyalakan?” Maaf lagi kalo gue dari tadi cuma “memaki-maki kegelapan” yang gue liat, sekarang ada yang mau “menghargai lilin-lilin kecil yang sudah kita nyalakan” ga?

(Akibat nonton berita pulang dari kampus)

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Mahasiswa???

Ditulis oleh mjah di/pada Juni 17, 2008

Sudah beberapa kali saya bercongor ria tentang mahasiswa. Memang saya sukanya bermain congor, tapi setidaknya bermain congor saya tidak merugikan kepentingan umum, tidak menghina orang tua sendiri, dan bahkan tidak mengganggu stabilitas negara ini.

Kita cinta negara ini bukan?

Kenapa saya meletakkan sebuah kata di atas itu, lengkap dengan tiga tanda tanya setelahnya. Ya jelas karena saya bingung apa sebenarnya arti makna dari kata itu. Oke, oke, kalau anda mau bicara sesosok insan akademis, yang mampu berpikir secara rasional dan logis, dilengkapi dengan data-data akurat, dan tidak berpihak pada kepentingan manapun kecuali kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa. Oke, boleh juga kalau anda mau bicara tentang iron stock, agent of change, dan guardian of values. Yang isinya tentang pemula-pemula perubahan ke arah yang lebih baik, yang isinya tentang penjaga-penjaga nilai-nilai baik, ataupun sebagai para penerus bangsa.

Klimaksnya hanya ketika bermulanya reformasi 1998. Setelah itu, anda bisa menilai sendiri. Iya saya tahu, kita tidak bisa meng-umum-kan (meng-generalisasi) keadaan, tapi anda juga harus sadar, kalau kita hidup di dunia yang memiliki paradigma. Paradigma terbentuk dari apa yang terjadi secara nyata di lapangan, dan akan tersorot dari apa yang terlihat dan disebarkan oleh media. Kalau anda orang media mungkin anda bisa berbicara lebih banyak dan gamblang.

Akui saja kalau sekarang paradigma yang terbentuk dari sebuah kata yang saya pilih menjadi judul di atas adalah anarkisme, brutalisme, euforia untuk tawuran, dan bahkan hedonisme. Bukan lagi sebagai sosok yang dulu pernah saya idam-idamkan.

Hmmm, saya juga tahu, ada yang pernah mengharumkan nama bangsa hingga ke Menara Eiffel, ada yang pernah berjuang hingga negeri Big Ben, ada lagi yang pernah mengibarkan merah putih di negeri ginseng. Saya sangat salut dan menghargai mereka yang benar berjasa dan menunjukkan sosok bangsa ini di luar, juga di dalam negeri sendiri. Atau anda bahkan tidak tahu hal itu?

Namun sekali lagi, akui kalau adu bentrok dengan aparat di jalanan, aksi bakar-bakar ban, menghadang seorang aparat dan menghajarnya di jalan, pemukulan kawan sendiri di dalam kampus, dan bahkan adu jotos dengan orang tua sendiri (baca: dosen) di dalam kampus sendiri, adalah hal-hal yang orang tahu tentang kita.

Akui itu.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Bagi-bagi Uang?

Ditulis oleh mjah di/pada Mei 31, 2008

Di The Jakarta Post online hari ini, ada berita tentang orang yang mau mbagi-bagi uang dari udara. Dia adalah Tung Desem Waringin, kalo sering denger, dia adalah salah satu motivator yang rada laku juga akhir-akhir ini.

Orang ini mau ngebagiin uang sebanyak 100 juta rupiah (atau kalo mau gaya barat kayak di The Jakarta Post, 10,600 dolar AS). Tujuannya untuk ngebuat “public stunt” kepada masyarakat, tentang peluncuran buku barunya.

Gue pikir awalnya Tung Desem ini adalah orang hebat, sering dipanggil buat jadi motivator dimana-mana. Ga taunya dia ga lebih dari orang gila. Ya ga perlu disebutin lah apa alasan gue nyebut dia sebagai “ga lebih dari orang gila”.

Dah ah, bumi gonjang ganjing kalo kata penyanyi dangdut…

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

100 Tahun Kebangkitan Nasional; Yang Muda? Yang Tua?

Ditulis oleh mjah di/pada Mei 21, 2008

Hari ini tepat 100 tahun kebangkitan nasional, banyak orang yang mencoba memberikan suatu peringatan khusus buat ngerayain hari nasional ini. Ada yang bikin acara, ada yang touring, dan ada juga yang ikutan jadi event organizer-nya (hehehe, semangat ya yang!).

Di Senayan aja nanti sore bakal ada, kalo kata-kata reporter acara berita televisi, sebuah perhelatan besar, yang melibatkan 30000 penari, 600 marching band, anggota TNI, dan 600 penari saman. Gokil!!! Bayangin ada tarian saman yang penari-nya ada 600 orang, pasti bakalan seru. Sayangnya gue gak bisa nonton. Abang gue yang paling tua pun ikut merayakan hari Kebangkitan Nasional ini. Secara kebetulan hari ulang tahunnya sama persis dengan hari kebangkitan nasional, jadi die ngundang seluruh adek2nya buat dateng ke acara traktirannya. Yaaa, bisalah, kalo mau dibilang abang gue ikut memperingati hari Kebangkitan Nasional juga. Hehehehe…

Nah, ada lagi berita yang bikin gue kaget sekaligus kagum. Jadi ada seorang kakek berusia 77 tahun, bersepeda dari Bandung ke Jakarta buat dateng ke perhelatan akbar tadi. Tolong dibaca lagi: KAKEK 77 TAHUN BERSEPEDA DARI BANDUNG KE JAKARTA. Udah gitu lewat puncak lagi. Bukan maksudnya kalo lewat Cipularang bisa lebih cepet karena naik tol, tapi seenggaknya kalo lewat Cipularang konturnya ga seekstrem lewat puncak.

Buset dah, semangat gila nih kakek. Semangat yang jarang banget sekarang ditemuin, bahkan senggaknya di anak-anak muda–bukan pengen jadi sok tua. Mungkin sebenernya si kakek ini udah ga bisa nyumbang apa-apa lagi dalam untuk berkontribusi buat “kebangkitan nasional”, jadi dia menunjukkan aja bahwa dia masih beranimo dan bersemangat untuk ikut serta dalam proses “kebangkitan nasional” ini. Jadi harusnya kita malu nih. Jelas-jelas kita lebih muda, lebih bertenaga, pikiran lebih potensial, raga lebih segar dan sehat, kalau kakek itu bisa, kita yang lebih muda harusnya lebih bisa.

Tentu maksudnya gue ga ngajak buat kita yang muda, rame-rama meng-goes ria di seantero negeri. Banyak sih hal yang lain yang bisa kita kontribusikan. Seenggaknya, kalo seorang senior gue pernah bilang; “Bangkitkan semangat kita, seenggaknya untuk membaca, menulis, dan berdiskusi.” Dan gue yakin masih banyak cara lain buat ngasi sesuatu ke negeri kita.

Sebagai tambahan cerita, jadi di kampus gue ada yang namanya Majelis Guru Besar (MGB), dan sekitar seminggu yang lalu MGB ini mengadakan diskusi besar dengan tajuk; “Mendongkrak world rank ITB.” Gue dateng, tapi gue nyesel. Apa yang gue seselin? Yang gue seselin karena yang ada di situ semuanya sudah beruban, kecuali gue, dan mungkin beberapa gelintir orang berambut hitam lain. Loh, gimana mau ndongkrak kalo rambutnya dah ubanan semua?

Lu yang baca tulisan ini harusnya jadi lebih semangat, apalagi kalo elu anak ITB.

100 tahun setelah momen kebangkitan nasional.
20 Mei 2008

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Belajar Filsafat (Plato)

Ditulis oleh mjah di/pada Mei 21, 2008

Gue ga pernah belajar tentang filsafat. Yang gue tau sampe sekarang, filosofi itu artinya dasar kita berpikir dan melakukan sesuatu. Gue pernah tertarik sama kajian-kajian tentang ideologi, dan itupun cuma terbatas sama kapitalisme, komunisme, dan sosialisme. Ada juga yang paling mencleng itu anarkisme–bingung kan, tadinya juga gue pikir anarkis itu artinya kelakuan suporter sepak bola bangsa kita, tapi ternyata ada juga ideologi yang namanya anarkisme.

Gue sebelumnya ga pernah kepikiran buat peduli sama filsafat, tapi sekarang kebetulan gue lagi baca buku berjudul “Dunia Sophie” karangan Jostein Gaarder. Dan ternyata buku ini banyak bercerita tentang perjalanan filsafat dari jaman kuda gigit besi.

Selanjutnya tulisan gue bakal bercerita tentang pendapat gue mengenai dasar berpikir filsuf-filsuf dunia. Dan perlu gue ingatkan bahwa ini judulnya belajar, jadi kalo ada yang salah ya gak pa-pa, namanya juga belajar.

Pertama gue mau cerita tentang Plato.

Plato memiliki faham bahwa segala sesuatu yang kita lihat di dunia ini hanyalah bayangan dari sesuatu yang harusnya sempurna. Kayak gini deh, misalkan ada tukang kue jahe yang bikin kue jahe berbentuk kuda. Cetakan kue itu pasti sama semua, dan dianggap sempurna. Tapi pada kenyataannya, gak semua kue jahe terbentuk sesuai dengan cetakan yang ada itu.

Begitu pula semua makhluk yang ada di dunia, sebutlah cetakan itu sebagai dunia ide, dan yang kita lihat sekarang hanyalah bentuk ga sempurna dari makhluk yang harusnya berbentuk sempurna seperti dalam dunia ide.

Dia juga berfikir bahwa sebenarnya jiwa kita sudah hidup sebelumnya–sebelum memiliki jasad–di dunia ide tersebut, dan kita seharusnya rindu untuk melihat bentuk sempurna dari segala sesuatu. Hanya saja kadang kita terlalu terlena dengan kehidupan di dunia yang “menyenangkan”, yang sebenarnya segala sesuatunya itu tidak sempurna!

Nah, menurut gue ada hal yang nyerempet2 bener, tapi ada juga hal yang salah. Yang gue rasa bener itu adalah kita sebelumnya telah hidup di alam lain, dan seharusnya selalu rindu dengan alam lain itu. Tapi yang gue gak sependapat, tentang bentuk makhluk yang gak sempurna. Jadi seakan-akan gue nangkepnya, “Sang Pencipta”–yang bagi gue itu adalah Allah SWT, melakukan kesalahan dalam menciptakan makhluk. Padahal Allah selalu memiliki pertimbangan yang tepat untuk menciptakan segala macam makhluk yang ada di dunia ini, bukan sekedar “kecelakaan” yang bisa dilakukan oleh seorang tukang kue jahe.

Nah mungkin segitu dulu cerita gue, nanti gue bakal tulis lagi pandangan gue mengenai pemikiran-pemikiran filsuf dunia yang lain. Bagi yang mau berdiskusi, wah gue bakal seneng banget tuh.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »