Merdeka!!
Ditulis oleh mjah di/pada Agustus 17, 2008
Sebelum 63 tahun yang lalu, kata merdeka adalah kata yang sakral di nusantara ini. Kala itu anda harus berbisik untuk menyebarkan semangat kebebasan dari kata merdeka, atau meneriakkannya dengan merelakan dada anda di depan moncong sangkur penjajah. Namun saat ini, ringan jika kita ingin meneriakkan kata tersebut, atau bahkan kita sudah dapat mempermainkan kata tersebut, tanpa sedikitpun menyadari betapa sungai telah dialiri darah dan air mata milik leluhur kita dahulu, untuk sebuah kata tersebut.
Saudaraku! Sadarilah bahwa kemerdekaan kita bukanlah sesuatu yang didapat dengan cuma-cuma. Izin Tuhan Yang Maha Esa-lah yang pada akhirnya dapat memberikan kita nikmat kemerdekaan. Perjuangan dan niat ikhlas leluhur kita dahululah yang bisa membebaskan ibu pertiwi hingga seperti saat ini. Sadarkah kita bahwa bumi ini diperjuangkan untuk kita juga? Lalu apakah yang telah kita berikan untuk menjaga warisan yang dahulu dibayar dengan darah dan keringat ini? Atau setidaknya apakah yang telah kita rencanakan akan kita lakukan untuk melanjutkan warisan ini, mengisi kemerdekaan bangsa ini?
Saudaraku! Sadarilah bahwa bangsa kita pada hakikatnya telah terjajah lagi. Bukan bentuk penjajahan kolonial seperti seabad atau dua abad yang lalu. Namun sebuah penjajahan yang membuat nusantara kita tidak bisa berkembang ke arah kebaikkan yang kita inginkan bersama. Sebuah penjajahan yang akan lebih berbahaya apabila kita tidak segera menyadarinya. Penjajahan ini adalah penjajahan yang membuat bangsa ini menuruti setiap kemauan pihak yang memberikan “bantuan lunak”. Penjajahan ini adalah penjajahan sikap yang mendewakan produksi dan teknologi luar negeri ketimbang karya anak bangsa sendiri. Penjajahan ini adalah penjajahan koruptor atas anggaran bangsa, yang membuat bangsa kita terjajah dengan masih banyaknya penduduk yang berada di bawah kemiskinan. Penjajahan ini adalah penjajahan sikap yang membuat anggaran hanyalah kumpulan angka dan huruf belaka, di mana pada hakikatnya pendidikan belum tertanggung sebesar 20%. Sayangnya pelaku penjajahan ini ternyata berasal dari negeri ini sendiri. Mereka orang-orang yang bisa tertawa di atas penderitaan orang lain. Orang-orang yang mampus karena kekenyangan ketika anak-anak bayi mampus karena kelaparan.
Saudaraku! Sadarilah bahwa kita akan menggiring bangsa ini pada saatnya nanti. Sadarilah bahwa kita adalah segerombolan orang yang akan menggantikan segerombolan yang sudah usang. Gerombolan usang yang sayangnya memiliki banyak kebusukan di dalamnya, tanpa lupa untuk menghargai ksatria-ksatria yang terus berusaha meneriakkan kebenaran di antara mereka. Seperti apakah kita nanti? Akankah kita menjadi setan yang meneruskan program pemuasan diri sebelumnya? Tikus-tikus yang senang memakan sampah yang haram? Atau kita ingin menjadi manusia-manusia penuh perjuangan, penuh impian dan harapan, penuh cahaya kebaikan, yang mau berkorban untuk bangsa ini, untuk anak cucu kita yang akan menggantikan pijakan kaki kita nantinya?
Saudaraku! Jadilah orang besar yang akan memimpin bangsa ini nantinya, apapun okupasi kita apapun jabatan kita. Buatlah cita-cita besar sebagai orang besar. Letakkan impian kita setinggi langit, karena kesuksesan menyilaukan dari ujung cakrawala sebenarnya lahir dari impian yang kita gantungkan di ujung langit, bukan dari angan-angan yang hanya setinggi pohon. Jadikanlah agen perubahan sebenarnya sebagai bintang di langit kita, agar kita terus berusaha untuk meraihnya. Teruslah berkarya, dan teruslah berkorban, untuk bumi pertiwi kita Indonesia.
Ibay berkata
wah hebat lo bikin posting tentang mer~wait for it~deka!
rizasaputra berkata
whoaa.. siap pak! btw, jd tukang khotbah agustusan dimana niy? :p