The Second Adolescence
Ditulis oleh mjah di/pada Agustus 9, 2008
Ada satu fakta menarik yang gue pelajari di pelosok bumi Nusantara ini…
The Second Adolescence
Bagi anda yang wanita, sayangnya hal ini bukanlah isapan jempol belaka. Menurut hasil studi observasi seorang supervisor bernama Pak F*** secara in situ, dan bukti empiris yang benar-benar beliau temukan di lapangan–atau bahkan beliau alami sendiri–memang benar kaum pria memiliki suatu fase yang bisa diberi nama pubertas kedua, second adolescence…
Gue sendiri pun mengakui bisa merasakan gejala-gejala fenomena tersebut dalam kehidupan sehari-hari di sini. Inti utama dari setiap lelucon dan banyak perdebatan yang terjadi adalah tentang mencari istri baru… Whew, what a fact! Dan dalam beberapa kesempatan, kondisi ini–mencari istri baru–sering disamarkan dengan nama “anomali konstruktif” (red: istilah anomali di lokasi ini digunakan untuk menyebut suatu situasi yang tidak aman, e.g. ada pipa bocor, ada kabel putus, ada orang ngerokok di depan vessel gas, ada orang manjat2 obor exhaust di platform yang lagi shutdown, dsb)
Hmm, mungkin bagi gue sebagai anggota kaum pria, menjadi tersadarkan untuk tidak dengan mudahnya mengatakan: aku akan selalu setia padamu; baik itu kepada pacar, tunangan, pasangan kumpul kebo, atau bahkan kambing lewat sekalipun. Karena pada dasarnya fenomena yang terjadi di atas adalah hukum alam yang tidak bisa ditolak kecuali dengan cara operasi medis!
Apalagi manusia, apalagi laki-laki, dihargai salah satunya dengan kebenaran kata-katanya, setudju??
Jadi bagi yang terlanjur telah mengatakannya, anda harus benar-benar menepatinya. Ingatlah selalu bahwa anda telah mengatakan kalimat tersebut sehingga suatu hari nanti anda akan berpikir keras dan menimbang-nimbang ratusan kali untuk berkata: “Mah, bolehkah aku cari istri lagi…?“
Dan mungkin untuk kaum wanita, yang telah memiliki pasangan hidup, entah apapun itu–pacar, tunangan, kebo, atau bahkan kambing lewat sekalipun, jagalah pasangan anda dengan sebaik-baiknya. Karena sayangnya pasangan anda secara alami memiliki kodrat untuk itu.
Well then, semoga tidak ada yang tersinggung dengan postingan ini, hanya sekedar berbagi pengalaman yang dapatnya dari tempat yang jauh….
Anna Elissa berkata
“Puber kedua” ya?? haha… topik yg memang banyak dijadikan lelucon.
Nah, saya mau sharing sedikit dari segi evolutionary biology. Begini, para ahli menemukan hubungan “second puberty” (yg katanya terjadi para pria usia 50-60 taun) dengan menurunnya daya reproduktif wanita (mulai usia sekitar 40 taun). Secara biologis kan laki-laki sudah diprogram untuk banyak2 menurunkan gen-nya. Nah ketika istrinya mendekati masa menopause, di alam bawah sadarnya si pria akan terdorong untuk mencari pasangan baru (yg biasanya lebih muda).
Tapi ya… itu kan animal instinct-nya. Karena manusia bukan hewan rendahan, maka sebaiknya keinginan2 seperti itu bisa qta suppress. Klo menurut Freud, jiwa manusia terbagi 3: Id, Ego, Superego. Meskipun Id qta liar dan penuh hawa nafsu (yg memang harus tetap dipuaskan oleh sang Ego–alias qta sendiri–karena inilah basic smua makhluk hidup), qta punya Superego yg terdidik dan bermoral untuk mengontrol Id.
Sekian dari saya. Makasih ya. Blog yg menarik
arghainc berkata
wah..ga enak juga ya jadi laki2..gara2 orang lain yang “puber kedua” semua laki2 jadi kena getahnya. jujur, gw emang ngerasain dulu pas pacaran. karna gw ga dapet figur yang gw cari. sekarang karna gw dah dapet yang gw cari, dorongan itu ga kerasa. karna kita manusia, bukan binatang. setuju sama comment sebelumnya, kita manusia bisa didik.
salam. blognya berat juga jah..tambahin humornya lah..
mjah berkata
hahahaha….
gue ga bisa ngebanyol nih..
hahaha, tapi gue coba lah…
ce metal berkata
apapun ndak mau di madu … aku tak sudi jikala aku di madu .. aw aw . pulangkan saja aku ke orang tua ku .. ih ih .. *dangdud mode on*